Foto tentang handle halte (eh, bener ya namanya 'handle'?) saya ambil beberapa waktu lalu. Kira-kira saat masih Trans Jogja masih dalam masa uji coba. Oh ya, foto ini saya ambil di kawasan Malioboro.
Tapi, beberapa hari ini, saya lihat ternyata tidak hanya salah satu halte di Malioboro tersebut yang berada dalam kondisi seperti ini. Dan, yang saya lihat kok yang mengalami hal seperti ini adalah handle halte yang di cat ya? Jadi -- kalau tidak salah -- ada dua macam handle. Yang satu yang di cat berwarna warni, yang satunya yang dari besi (di krom?). Kalau yang dari besi, walaupun sepertinya jumlah lebih sedikit, kondisi cenderung lebih awet.
Kenapa bisa mulai rusak ya? Faktor pengguna mungkin bisa menjadi penyebab utama. Saya lihat halte kadang juga menjadi tempat bermain. Jadi jangan heran kalau misalnya buat ayunan (bahasa Jawa: diganduli). Ditambah lagi bahwa potensi seperti itu bisa terjadi cukup sering.
Faktor lain, mungkin karena bahan atau kondstruksi kali ya? Dibagian yang menancap di lantai turunanlah bagian yang bengkok. Jadi bukan tercabut, tapi bengkok. Ya, moga-moga hal-hal seperti ini tidak terjadi lebih luas. Atau, pasti terjadi dengan jumlah yang lebih banyak?




Komentar terbaru
1 day 12 hours ago
1 day 12 hours ago
2 days 6 hours ago
2 days 10 hours ago
2 days 12 hours ago
3 days 3 hours ago
3 days 7 hours ago
4 days 5 hours ago
1 week 1 hour ago
1 week 2 days ago