Berbuka puasa di dalam bis Trans Jogja
Opini warga, Suara penumpang September 30, 2008 oleh Thomas Arie
Kejadian ini saya alami sekitar tanggal 20-an September 2008, jadi masih di waktu bulan Ramadhan. Waktu itu, saya naik jurusan 3B dari Pugeran dan sudah mendekati saatnya berbuka puasa.
Bus sampai di shelter Terminal Giwangan pada saat berbuka puasa. Saat itu hanya ada tiga penumpang saja termasuk saya. Bis berhenti sejenak, dan dua orang penumpang yang bersama saya sepertinya juga sedang menjalankan puasa. Mbak pramugari dan pengemudi keluar dari bus sejenak untuk berbuka puasa. Tidak lama kemudian, mbak pramugarinya masuk lag kedalam bus sambil membawa air mineral botol dan memberikannya kepada kedua penumpang. “Mbak, ini buat membatalkan puasa…”.
Senang rasanya melihat pemandangan seperti ini. Saya sendiri memang tidak berbuka puasa, tapi ikutan minum juga ya karena memang kebiasaan membawa air juga :)
Saya lupa siapa nama petugasnya. Ciri-cirinya sih, (saat itu) mbaknya itu berambut panjang, lurus. Salut deh!

paijo:
wahhhh aku lebih enak nih boss. ketika adzan maghrib di pasar kalasan (1A)dapat air mineral sebotol rame2 tapi di tambah semangka n tempe goreng. katanya sih catering dari kantor. makasih yaaaa crew trans jogja? btw aku gak tau namanya?lupa tenkyu n suksesss ya
October 11th, 2008 at 4:27 pm
Brigitta:
Saya juga punya pengalaman semacam ini. Waktu itu memang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Tapi sudah jam 7 malam, jadi sudah jauh melewati waktu berbuka. Saya kebetulan sedang menunggu bus tranjogja jalur 1B di shelter TMP Kusumanegara. Sembari menunggu petugas shelter langsung menawari saya berbagai macam makanan kecil yang cukup melimpah ruah. Ketika saya tanya makanan itu darimana, dia menjawab : “Swadaya, mbak.”. Saya sangat terharu dan salut dengan petugas shelter yang begitu ramah, dan baik hati yang menganggap para penumpang yang menunggu bus di shelter itu sebagai ‘tamu’ yang sedang bertamu di ‘rumah’nya. Saya ingin berterimaksih kepada penjaga shelter tersebut. Semoga dapat menjadi contoh bagi penjaga shelter yang lain. Saya berharap hubungan kekeluargaan semacam ini dapat terus terbangun antara petugas Transjogja dan penumpangnya. Nuwun.
October 29th, 2008 at 3:42 pm
ayou:
wow….jogja emang kota seribu kenikmatan & keramahan, dimana aja kita bisa nikmatin suasana nyaman dari kota & orang2nya…salut deh bwt trans jogja yg jg nambah nyaman bwt trnasportasi msyrktnya. gw jg pnh naek trans, g tw knp y kok bisnya tuh spnjg p’jlnan g pnh kna lmpu mrh??? gw jd bingung…emang diatur ma cctv P?hhheee…gw g ngerti coz bru pnh naek skali doang
November 22nd, 2008 at 12:03 pm