Cerita foto, Opini warga April 25, 2008 oleh Thomas Arie

Sejak pertama kali diluncurkan, di beberapa kesempatan saya sempat dengar dan baca hal-hal yang terkait dengan aksesibilitas layanan publik (dalam hal ini Trans Jogja). Baca di koran, dengar dari televisi, salah satu yang sekiranya perlu lebih diperhatikan adalah masalah kemudahan akses.
Kemarin sempat coba foto salah satu yang punya kondisi jalan keluar seperti gambar diatas. Mungkin ada beberapa halte lain yang memiliki kondisi seperti ini. Ya, bisa jadi ini karena permasalahan lahan pendirian halte yang kurang mendukung. Repotnya, halte yang ada dalam gambar itu juga memiliki pintu masuk yang lumayan kecil. Jarak antara gate access dengan dinding relatif sempit, dan sepertinya misalnya ada penumpang dengan kursi roda, sepetinya tidak bisa masuk.
Opini warga April 9, 2008 oleh imbas
Untuk pengelola transjogja.net bagaimana kalau bekerja sama dengan pihak perhubungan atau PT. Tugu Trans Jogja untuk menampilkan data-data perkembangan trans jogja kita tercinta ini. Mungkin seperti data perkembangan penumpang, data persentase tiket yang dipakai atau apalah.... biar kita2 juga bisa mengikuti perkembangannya dengan lebih baik.
Terima kasih.
Opini warga April 6, 2008 oleh Thomas Arie
Hari Rabu yang lalu, setelah mengantarkan seorang teman ke Bandara Adisutjipto, saya pulang menggunakan bis jalur 1A. Perjalanan cukup lancar tanpa hambatan berarti.
Saya transit di halte Jl. Malioboro yang didepan Benteng Vredeburg. Calon penumpang datang silih berganti, karena kebetulan bis yang saya tunggu belum juga datang. Tapi tidak masalah, kebetulan saja sedang tidak terburu-buru.
Opini warga April 4, 2008 oleh Brigitta
Pasti bukan saya saja pengguna TransJogja yang merasakan hal ini : kurangnya bangku di shelter TransJogja. Ya toh?!
Opini warga April 1, 2008 oleh daniMustika
Jogja sekarang makin asik dengan hadirnya sarana angkutan rakyat yaitu TransJogja. Tapi masih ada yang kurang dikit nih... kayanya lebih asik klo bus2 TransJogja menggunakan BBG.
Memang di Jogja ini stasiun pengisian bahan bakar gas belum ada dan pengadaannya pun tidak mudah, tp saya rasa tidak ada salahnya mendirikan stasiun pengisian bahan bakar gas kemudian bus2 TransJogja bisa menggunakan BBG. Sehingga tidak hanya masalah transportasi saja yang teratasi tap juga masalah polusi udara juga bisa sedikit dikurangi.
Opini warga, Suara penumpang March 28, 2008 oleh anangyb
original post by anang, yb
Anda sudah lebih dari setahun tidak singgah di Jogja?
Pastinya anda bakal pangling. Jogja kini makin tebal gincunya. Makin tinggi juga roknya. Rambutnya pun tak lagi rambut sunsilk yang hitam terurai, namun sudah diwarna-warni. Jogja mirip waria yang terlalu banyak melakukan suntik silikon. Sulit menemukan wajah aslinya, kecuali di hati kita.
Opini warga March 28, 2008 oleh A.T. Bawono
Saya tadi siang pergi dengan menggunakan bus trans jogja. Ketika saya menduduki tempat duduk saya, perhatian saya langsung tertuju pada lantai di barisan belakang tempat duduk penumpang yang menghadap ke depan. Disana terdapat serakan sampah yang terdiri dari bungkus permen, kertas, dan tisue. Saya melihat sekeliling berusaha mencari keberadaan tempat sampah. Muncul pikiran bahwa si pembuang sampah itu bisa mempunyai alasan melakukannya bila memang tidak ada tempat sampah di dalam bus. Tapi saya salah. Tempat sampah itu ada di tengah barisan tempat duduk penumpang yang menyamping.
Opini warga March 26, 2008 oleh daniMustika
Kalau saya pengen jalan2 menggunakan bus TransJogja bisa gak ya..?
Misalnya saya naik dari halte di terminal jombor kemudian ikut keliling jogja dan turun di halte terminal jombor lagi. Trus biayanya apakah tetap Rp.3000,-?
Trima Kasih..
Sukses Buat TransJogja
Opini warga March 16, 2008 oleh Ahmad Fatah Haidar Rahmat
Sebagai pelajar di SMP Negeri 5 Yogyakarta saya agak terbantu bila pulang menggunakan bis Trans Jogja karena di depan sekolah saya ada shelter (shelter Kridosono). Namun sayang, jarak shelter terdekat yaitu shelter Museum Perjuangan dengan rumah saya (Minggiran) agak jauh, sehingga saya harus ndobel naik jalur 05 turun di depan kecamatan Mantrijeron. Saran saya, mohon ditambah lagi trayeknya, khususnya di daerah tempat saya tinggal (Minggiran) karena meskipun terbantu dengan jasa bis patas ini, namun itu sedikit menguras uang saku saya, terutama dengan kartu single trip.
Opini warga March 8, 2008 oleh A.T. Bawono
Di Jakarta terdapat fasilitas Park n Ride bagi pengguna Trans Jakarta dimana disediakan kantong-kantong parkir di dekat halte Trans jakarta sehingga kita dapat memarkir kendaraan pribadi (mobil, motor, sepeda) kita kemudian kita dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Trans Jakarta. Mungkin itu dapat dipertimbangkan sebagai masukan untuk Trans Jogja