Suara penumpang March 13, 2008 oleh imbas
Ini hanya pemikiran iseng..... tapi mungkin perlu dipikirkan juga.
Seandainya kita punya 1 tiket langganan. Terus kita mboncengke (pakai motor) teman dan pakai di halte A, setelah digesek tiket dioper ke pengantar yang pakai motor. Terus bawa teman lagi masuk halte B gesek lagi khan belum ada 60 menit, jadi nggak berkurang. Coba beberapa kali lagi asal tidak sampai 60 menit. Ngirit to mas....
Ya tapi siapa yang mau jadi pengepul tiketnya????
NAH yang sekarang akal2an petugas:
Cerita foto, Suara penumpang March 7, 2008 oleh Thomas Arie

Karena kebetulan saya sudah beli tiket reguler Trans Jogja, sudah hampir tidak pernah lagi beli
tiket yang Single Trip. Enak juga sih, lebih praktis saja.
Nah, di tiap halte kan pasti ada alat untuk mengecek saldo untuk tiket reguler, ini beberapa informasi yang mungkin bermanfaat. Oh ya, kalau misalnya ada yang mau nambah informasi, silakan.. :)
Jadi, alat yang ada dalam gambar diatas sebenarnya tidak hanya memiliki satu fungsi untuk cek saldo saja. Jadi, bisa juga untuk transaksi. Misalnya dalam kasus: Alat detektor untuk tap kartu yang biasanya tidak berfungsi. Kita bisa tap kartu di alat ini.
Suara penumpang March 5, 2008 oleh vetamandra
Berhubung sudah terlambat untuk kuliah jam pertama, dan kuliah berikutnya masih 3 jam lagi. Iseng-iseng saya naik Transjogja lagi. Jika
dulu saya keliling jogja naik jalur 2 (baik yang A maupun B), sekarang saya ingin menjajal naik yang jalur 1A. Naik dari halte SGM, kesan pertama waktu memasuki halte dan hendak membeli tiket kok rasanya seperti dicuekin oleh petugas. Tidak berapa lama kemudian TJ jalur 1A pun datang.
Suara penumpang March 3, 2008 oleh fathirhamdi
Pengalaman pertama ku untuk mencoba layanan Trans-jogja ini aku lakukan pada hari sabtu, tanggal 23 Februari 2007, mumpung tarif-nya masih seribu rupiah. Perjalananku menggunakan transjogja ini aku mulai dari shelter ugm depan Kopma UGM, barat jalan.
pertama kali menuju kesana, aku cukup terkaget-kaget juga. Tidak menyangkan, untuk masuk ke shelter-nya saja diperlukan mengantri. Walaupun dengan panas-panasan dan berteduh seadanya, aku ikut mengantri bersamaan dengan yang lainnya. Selang beberapa saat, antrian pun perlahan-lahan memasuki shelter. Aku telah berada di sehlter kurang lebih pukul 13.30. Didalam shelter Kopma UGM ini, walaupun sudah terdapat kipas angin, tapi dikarenakan shelter yang telah penuh sesak, sehingga rasa segarpun menjadi tidak begitu terasa.
Suara penumpang March 3, 2008 oleh andhik
Pertama kali pengoperasian alat transportasi umum dengan sebutan bis "Transjogja" ini, banyak masyarakat yang antusias ingin segera mencobanya. Aku salah satunya yang pengen mencobanya. Dengan harga promosi seribu rupiah, selain itu juga warga jogja ya harus nyoba dong.
Ternyata sangat berbeda dengan bus kota biasanya. Fasilitas yang aman dan nyaman seperti inilah yang didambakan oleh para masyarakat. Dari petugasnya yang ramah, di dalam bus juga tidak apek karena ada ac-nya, serta halte bus pun dirancang sedemikian rupa agar nyaman digunakan oleh masyarakat umum.
Suara penumpang March 1, 2008 oleh SHOFFI
Saya termasuk penumpang setia jam pagi transJogja untuk berangkat kerja.
Menggunakan transJogja memang terasa cukup nyaman, begitu masuk kata orang mak Nyuss..... tapi sayang jika kita perhatikan lantai dalam bus terasa kurang terjaga kebersihannya.
Kalo kaki kita iseng2 menggesekkan kaki di lantai bus akan terasa kremesek kata orang Jawa, kasarnya sih terasa pasir ato tanahnya...
Suara penumpang February 28, 2008 oleh Aan
Saya biasanya kalo berangkat sekolah diantar papa mama terus, tapi sekararang setiap hari saya menggunakan Bus Trans Jogja, Pertama kali naek si udah kerasa enak, bisnya kaya diluar negeri, dan diitung itung juga lebih murah dan nggak ngerepotin.Begitu tau tarifnya mau berubah, saya langsung buru - buru buat kartu yang buat pelajar. tapi sekolahan belum ada sosialisasi, jadi saya langsung pergi ke Dinas Perhubungan. disana juga pelayanannya ramahhh sekali.
Cerita foto, Suara penumpang February 25, 2008 oleh Thomas Arie

Kalau
sebelumnya saya sempat gagal mendapatkan tiket Trans Jogja, akhirnya setelah mencoba di lain kesempatan, saya bisa juga beli. :) Oh ya, saya saat itu beli di
Point Of Sales yang ada di halte Ambarrukmo Plaza.
Prosesnya cukup mudah kok (dengan catatan semua peralatan dan kondisi berjalan dengan baik). Jadi, di halte yang melayani pembelian tiket Reguler, kita akan menjumpai petugas dari Dinas Perhubungan. Bilang saja ke petugas yang ada di halte, kalau mau beli tiket yang reguler. Nanti akan diminta untuk mengisi formulir yang berisi nama, alamat, nomor identitas dan nomor telepon. Tinggal kita sampaikan saja nominal tiket yang ingin kita beli.
Opini warga, Suara penumpang February 24, 2008 oleh Lala
Kemarin hari Sabtu, saya berencana naik Trans Jogja untuk yang ketiga kalinya, tujuan saya ke daerah Tugu. Sayangnya kali ini rencana saya nggak berjalan lancar. Nggak "seindah" ketika saya
mencoba Trans Jogja pertama kalinya.
Antri di halte bawah flyover Janti untuk naik trayek 1A dari sekitar jam 12.00 siang, dan satu jam kemudian saya belum bisa masuk ke bis. Entah karena hari Sabtu, atau karena harga promosi tiket akan berakhir, penumpang hari itu bener-bener membludak. Apalagi jalur yang akan saya naiki ke arah Amplaz - Tugu - Malioboro, pusat keramaian kota.
Suara penumpang February 24, 2008 oleh Nien
Mencoba menaiki Trans Jogja sebanyak tiga kali. Dua yang pertama di hari Selasa lalu, siang dan malam. Kesan pertama, hmmm OK. Terlebih karena hari-hari awal, masih sepi, jadinya ya benar-benar nyaman. AC-nya juga benar-benar terasa :)
Kemarin sabtu, saya naik Trans Jogja lagi. Kali ini benar-benar penuh. Dan saya rasa melebihi kapasitas, karena jumlah pegangan untuk penumpang berdiri terpakai semua, tapi ada penumpang yang tidak kebagian. Akhirnya sebagian berpegangan pada sandaran kursi atau bersandar di jendela.