Halte

Opini warga February 28, 2008 oleh budise

Sejak lama saya mendambakan angkutan umum yang nyaman, dan saya berharap TransJoga jawabannya. Tetapi jjur saya sampaikan sampai saat ini saya belum sempat menggunakannya. Cuma kalau kita lihat halte, sepertinya masih bangunan sementara, “lha itu lho” tutup plastik dibagian atas bangunan halte “koq nggriseni”

Artikel “Halte” mendapatkan nol komentar

  1. vetamandra:

    hehe, ya namanya saja baru hehe, ya namanya saja baru permulaan mas, semoga saja seiring dengan berjalannya waktu, hal itu akan dibenahi

    February 28th, 2008 at 8:37 am

  2. andhix:

    halte diperbanyak :) haltenya mungkin bagi sebagian masyarakat masih kurang, karena dari semua halte, ada yang dekat, bahkan ada yang terlampau jauh.
    Sukses buat bus transjogja!!

    February 28th, 2008 at 9:17 am

  3. Yahya W:

    tambah rute dan halte Angkutan publik semacam Transjogja sudah merupakan kebutuhan masyarakat kota Jogja dan sekitarnya. Selama ini Jogja sudah terlalu padat dengan sepeda motor yang merupakan pilihan satu-satunya. Mohon kiranya Transjogja dikembangkan dengan lebih serius dan tidak ragu-ragu. Beberapa hal perlu dipikirkan:
    1. Jumlah halte perli ditambah khususnya di tempat-tempat ramai, seperti: Pasar Kranggan, kampus UKDW, pertokoan Jalan Solo, Pintu masuk stasiun di Jalan Pasar Kembang, dll. Mengapa justru di tempat yang menjadi tujuan banyak orang itu malah tidak dibuat halte? Parkir harus mnengalah, bukankah justru bis ini punya misi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi?
    2. Perlu dibuka rute baru yang menjangkau wilayah Barat (Jalan Godean dan Jalan Wates) yang banyak kawasan permukimannya. Kurangi bis lama (no.15 dan 12) yang sudah tidak layak dan cara mengemudinya sangat membahayakan pengendara lain. Perlu dipikirkan pula untuk memperpanjang jalur ke arah Jalan Kaliurang utara ringroad di mana banyak kawasan permukiman.
    3. Jangan mengulangi kesalahan sistem bis lama yang terkonsentrasi di kampus UGM. Transjogja jangan terkonsentrasi di Malioboro. Kalau sasarannya penduduk yang biasa memakai kendaraan pribadi, Transjogja harus menghubungkan kawasan permukiman dengan kawasan tempat kerja dan sekolah.
    Terima kasih.

    February 28th, 2008 at 9:33 am

  4. tedy aja:

    halte terlalu kecil dan halte terlalu kecil dan akses masuk-keluar terlalu curam…bahaya untuk manula dan anak-anak.

    February 29th, 2008 at 1:40 pm

Punya komentar atau tanggapan?

Komentar Terbaru

  • S.Purnomo: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Up: Bp. Purwanto, J.R Dengan ini...
  • Nugroho: Tolong kalo ada lowongan kerja d trans jogja send k email saya..Thanks
  • Yani: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Dengan ini saya melamar pekarjaan...
  • angga: maaf, kenapa kalo ada lowongan kerja di Trans Jogja tidak di floor-kan ke masyarakat yg sebenarnya ingin...
  • joe: iya di shelter makro juga ada yang merokok, bahkan supir buznya ikut turun di halte truz berhenti lalu iku...
  • andi santoso: Ya..menanggapi komentar dari temen2..memang seharusnya pengelola trans jogja jangan bersikap...

Situs TransJogja.NET tidak berafiliasi atau memiliki hubungan langsung dengan Pemerintah Kota Yogyakarta atau Dinas Perhubungan DIY. Semua informasi dalam situs merupakan hak cipta dan tanggung jawab penulis/kontributor.
Pengelola situs dapat dihubungi melalui email: info@transjogja.net