Sejak lama saya mendambakan angkutan umum yang nyaman, dan saya berharap TransJoga jawabannya. Tetapi jjur saya sampaikan sampai saat ini saya belum sempat menggunakannya. Cuma kalau kita lihat halte, sepertinya masih bangunan sementara, “lha itu lho” tutup plastik dibagian atas bangunan halte “koq nggriseni”
Halte
Artikel “Halte” mendapatkan nol komentar
Punya komentar atau tanggapan?
Kirim Cerita/Artikel
Anda dapat mengirimkan cerita/artikel ke situs ini. Kirimkan cerita Anda sekarang » (tanpa registrasi ke situs)
Informasi Umum
Kategori Blog
Komentar Terbaru
- ulul azmi: kenapa trans yg mitsubishi gk pake karoseri yg lain, misal rahayu sentosa atau minimal sama dg karoserinya...
- Beby: saya mau tanya… sekarang khan ada shelter dmaguwoharjo… nah saya mau tanya rute dari maguwoharjo ke...
- sifa: setiap orang punya pilihan antara waktu dan biaya.. jika dia tidak mempunyai cukup waktu maka dia akan bisa...
- Slamet Sukmawan: Berapa tarif trans jogja. dari Airport ke Prambanan naik trans dimana. Murah mana kalo naik taxi ke...
- agung wibowo: sarat” apa aja??? nich pgen bantu ottu scepatnya tlung yaw???
- Dwie: Hanya usulan saja, saya yg pernah bekerja di transjakarta busway knp tdk ada tmpt minuman softdrink utk shelter...
- Dwie: Seandainya tjd ngadat listriknya sistim pembukuanya pakai mainstrem ja, spy jls brp org yg beli tiket dan di...
- tante dina: buat bus 38 jalur 2a saya naksir sama pramugaranya yang bernama dion sista hutama klo diperkenankan...
- sinta: saya pelanggan bus 38 jalur 2a, saya kagum dengan pelayanan crew bapak joko dan pramugara dion apalagi...
- ardi widyatama: assalammualaikum,wr,wb. saya berminat untuk berkerja d trans jogja.adapun yang saya inginkan...
vetamandra:
hehe, ya namanya saja baru hehe, ya namanya saja baru permulaan mas, semoga saja seiring dengan berjalannya waktu, hal itu akan dibenahi
February 28th, 2008 at 8:37 am
andhix:
halte diperbanyak :) haltenya mungkin bagi sebagian masyarakat masih kurang, karena dari semua halte, ada yang dekat, bahkan ada yang terlampau jauh.
Sukses buat bus transjogja!!
February 28th, 2008 at 9:17 am
Yahya W:
tambah rute dan halte Angkutan publik semacam Transjogja sudah merupakan kebutuhan masyarakat kota Jogja dan sekitarnya. Selama ini Jogja sudah terlalu padat dengan sepeda motor yang merupakan pilihan satu-satunya. Mohon kiranya Transjogja dikembangkan dengan lebih serius dan tidak ragu-ragu. Beberapa hal perlu dipikirkan:
1. Jumlah halte perli ditambah khususnya di tempat-tempat ramai, seperti: Pasar Kranggan, kampus UKDW, pertokoan Jalan Solo, Pintu masuk stasiun di Jalan Pasar Kembang, dll. Mengapa justru di tempat yang menjadi tujuan banyak orang itu malah tidak dibuat halte? Parkir harus mnengalah, bukankah justru bis ini punya misi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi?
2. Perlu dibuka rute baru yang menjangkau wilayah Barat (Jalan Godean dan Jalan Wates) yang banyak kawasan permukimannya. Kurangi bis lama (no.15 dan 12) yang sudah tidak layak dan cara mengemudinya sangat membahayakan pengendara lain. Perlu dipikirkan pula untuk memperpanjang jalur ke arah Jalan Kaliurang utara ringroad di mana banyak kawasan permukiman.
3. Jangan mengulangi kesalahan sistem bis lama yang terkonsentrasi di kampus UGM. Transjogja jangan terkonsentrasi di Malioboro. Kalau sasarannya penduduk yang biasa memakai kendaraan pribadi, Transjogja harus menghubungkan kawasan permukiman dengan kawasan tempat kerja dan sekolah.
Terima kasih.
February 28th, 2008 at 9:33 am
tedy aja:
halte terlalu kecil dan halte terlalu kecil dan akses masuk-keluar terlalu curam…bahaya untuk manula dan anak-anak.
February 29th, 2008 at 1:40 pm