Hari Rabu yang lalu, setelah mengantarkan seorang teman ke Bandara Adisutjipto, saya pulang menggunakan bis jalur 1A. Perjalanan cukup lancar tanpa hambatan berarti.
Saya transit di halte Jl. Malioboro yang didepan Benteng Vredeburg. Calon penumpang datang silih berganti, karena kebetulan bis yang saya tunggu belum juga datang. Tapi tidak masalah, kebetulan saja sedang tidak terburu-buru.
Waktu menunggu, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu sendiri ingin naik Trans Jogja. Dari pintu masuk langsung didepan gate access. Pikir saya, ibu tersebut sudah memiliki kartu. Petugas tiket juga sedang mengamati para calon penumpang yang ada didekat pintu naik ke bis.
Saya cukup terkejut karena ibu tadi menempelkan (nge-tap) Kartu Tanda Penduduk di lokasi tap kartu reguler. Ibu itu tidak banyak mengeluarkan kalimat, cuma sepertinya terlihat sedikit bingung, karena gate access tidak terbuka juga. Untunglah petugas tiket cepat tanggap dengan kondisi ini. Segera petugas menanyakan apakah ibu tersebut ingin naik bis. Singkatnya, setelah mendapatkan informasi dari petugas, ibu itu mengurungkan niatnya untuk naik bis.
Sekilas kejadian tersebut memang terlihat lucu, tapi disatu isi ini mungkin menjadi sebuah potret nyata dari sebagian anggota masyarakat. Secara pribadi, saya salut dengan petugas tiket yang saat itu cukup responsif dengan kondisi ini. Bahkan, setelah ibu tersebut meninggalkan halte, tidak ada "obrolan lanjutan" tentang 'kelucuan' tersebut. Sayangnya saya lupa siapa nama petugas tiket tersebut, salut untuk mbak yang jaga halte Benteng Vredeburg tanggal 2 April 2008 (sore hari).
Kondisi ini mungkin bisa menjadi sebuah pekerjaan rumah baru bagi pihak-pihak terkait dalam menghadapi dinamika jalannya sarana transportasi di Jogja ini. Kalau misalnya sosialiasi sudah dirasa cukup baik dengan parameter sudah berkurangnya pertanyaan-pertanyaan calon penumpang kepada petugas, mungkin sisi sosial yang seperti dalam contoh kasus diatas bisa menjadi pertimbangan strategi baru dalam hal sosialiasi. Dan, saya yakin bahwa masyarakat menjadi garda depan dan memiliki peran penting dalam memajukan sekaligus menyehatkan layanan Trans Jogja. Matur nuwun...


ikutan salut pada petugas
ikutan salut pada petugas JTT. disisi lain setuju dengan mas Thom bahwa ternyata sosialisasi kurang kena sasaran
Post new comment