Park n Ride

March 8, 2008 oleh A.T. Bawono  

Di Jakarta terdapat fasilitas Park n Ride bagi pengguna Trans Jakarta dimana disediakan kantong-kantong parkir di dekat halte Trans jakarta sehingga kita dapat memarkir kendaraan pribadi (mobil, motor, sepeda) kita kemudian kita dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Trans Jakarta. Mungkin itu dapat dipertimbangkan sebagai masukan untuk Trans Jogja

Artikel “Park n Ride” mendapatkan 6 komentar

  1. vetamandra:

    kalau di jogja sepertinya kalau di jogja sepertinya suash cari lahannya jeh pak. Wong halte ajah numpang di trotoar

    March 8th, 2008 at 1:03 pm

  2. patas_blokM-kota:

    di sinilah perlunya di sinilah perlunya kerjasama yg baek antara warga dgn pemerintah.
    warga hrs siap membantu pemerintah, krn ini demi untuk kepentingan umum, masak iya sih warga ga dpt ganti rugi seperakpun…? pasti dpt kan…? cepat atau lambat, semua jalanan yg ada di jogja pasti bakal diperlebar. lahirnya generasi baru (anak cucu kita), kelak merekalah yg bakal mengisi/memenuhi jalanan dgn kendaraan bermotornya, ditambah lg dgn para pendatang yg ingin melanjutkan sekolah/kuliah/bekerja yg stiap saat lalu lalang menambah kemeriahan kota jogja. skali lg, masak iya sih jalanan di kota jogja ga diperlebar…? ga tau kali 30 thn atau 50 thn lg, kota jogja jg bakal padat n ruwet macam ibukota jkt skrg ini. dinas tata kota hrs berpikir dr skrg, krn di tangan-nya lah kota jogja ini kelak bakal jd cantik atau malah mengalami kemunduran. jogja ini kalo diperhatikan mirip dgn bali, kita sama2 sbg DTW, jalanannya pun jg sama2 sempitnya. orang mbikin ruko, pemerintah hrs punya peraturan yg ketat, boleh mbikin ruko asalkan bisa menyediakan lahan parkir yg memadai, jgn bisanya cuma numpang di pinggir jln, udah jalanannya sempit, eh ini malah dipake buat parkir, ya udah… tambah sempit aja tuh jln. semua rumah tinggal atau ruko, hrs berjarak sekian meter dr jln (mungkin 10-20 meter) untuk dijadikan jalur hijau, dgn jarak segitu kan bisa dipake buat nanam pohon spy rindang en menyerap polusi asap kendaraan bermotor, en yg pasti kalo bisa kayak gt semua, kota jogja pastilah bakal tambah asri n cantik.
    trm ksh.

    March 9th, 2008 at 4:11 am

  3. sigit haryanto:

    bagus,….kalau kita lihat ternyata banyak penumpang transjogja yang berasal dari daerah hinterland perkotaan seperi sekitar prambanan sekitar maguwo dan sekitar jombor. permasalahan yang timbul biasanya dari rumah sampai halte atau sebaliknya perlu transportasi diantaranya sepeda, sepeda motor bahkan mobil. nah dengan biaya 3000 naik transjogja rekan2 dari hinterland perkotaan tersebut dapat sampai tujuan di daerah kota yogyakarta dan sekitarnya setelah menaruh kendaraannya di park and ride disekitar halte diluar kota. sehingga ada penghematan biaya dan tenaga serta resiko lain disamping akan mengurangi kepadatan penggunaan angkutan pribadi di tengah kota yogyakarta. yang pasti kemacetan, polusi dan biaya transportasi akan terkurangi.

    March 24th, 2009 at 2:37 pm

  4. DHANY RUDHIANTO:

    mohon pada pihak yang berwenang, kalau bisa rasa nyaman penumpang tidak hanya diberikan pada saat naik busnya, tapi juga pada saat diselter. mosok selter baru 1th udah pada rusak pintunya, panas, fasilitasnya kurang….

    alangkah baiknya jika selter ditambah fasilitas spt : kipas angin, tirai jendela, perbaikan pintu rolling door, atau mungin menyediakan softdrink dlm freezer yg bs dibeli pada saat di dalam halte, jd tidak perlu ijin keluar selter. mohon perhatiannya. demi majunya trans jogja. trims

    April 8th, 2009 at 10:36 am

  5. DHANY RUDHIANTO:

    Mohon pejelasan…..

    kepada bapak2 dr dinas perhubungan yang saya hormati, saya selaku penjaga selter disekitar malioboro akhir2 ini sering diresahkan dengan adanya berita yang kurang enak didengar dr teman2. karena selter kami selalu rame dan padat, serta minimnya sarana dan prasarana selter, alangkah baiknya agar selter kami, khususnya yang dimalioboro, lebih diperhatikan, karena kami sering mendengar tuduhan2 miring yang sangat merugikan citra nama baik kami sebagai pegawai trans jogja.
    untuk itu kami memerlukan suatu klarifikasi untuk menepis tuduhan2 tsb, agar tidak berkelanjutan. jika memang selter sepanjang malioboro diindikasikan adanya kecurangan dsb, alangkah baiknya jika dari dinas perhubungan menempatkan seorang petugas resmi ( bukan pakaian preman ) di selter kami agar langsung mengetahui segala bentuk aktivitas dan kinerja kami dimalioboro. jadi kami berkesimpulan bahwa berita miring itu TIDAK BENAR.
    KERJA KERAS KAMI SELAMA INI SEMATA-MATA DEMI KEMAJUAN DAN KELANCARAN TRANS YK. dengan tenaga extra kami tak pernah mengeluh, pendapatan kami bs jg dibilang byk dibanding selter lain, walaupun dengan gaji yang sama. untuk itu hormatilah kami sbgai pekerja. mohon maaf atas segala kekurangannya. terima kasih ( mohon jawaban )

    April 10th, 2009 at 6:02 pm

  6. Dwie:

    Hanya usulan saja, saya yg pernah bekerja di transjakarta busway knp tdk ada tmpt minuman softdrink utk shelter yg penumpangnya melebihi kapasitatas dan mmg itupun adanya kerja sama dri pihak minuman, jd klu pun penumpang hrs menunggu lama dtg bisnya bs beli minumann….

    December 29th, 2009 at 12:59 pm

Punya komentar atau tanggapan?