Trans Jogja / TransJogja

Peta di dalam Bus

Kemajuan yang sangat berarti untuk kota Jogja dengan adanya TransJogja ini. Ada baiknya jika di dalam bus tersedia Rute Trayek TransJogja sehingga kita tidak perlu bertanya-tanya kepada co-driver.

Juga perlu distudi lebih lanjut apakah diperlukan bel, sehingga apabila penumpang ingin turun di halte tujuan diwajibkan untuk memberitahu driver dengan cara menekan bel. Dengan sistem ini (yang juga diterapkan di Singapore) akan membantu kinerja driver dan tidak perlu untuk berhenti di setiap halte yang pastinya akan mempersingkat waktu bepergian.

Trackback URL for this post:

http://transjogja.net/trackback/59

Berbeda sistem

Untuk peta saya sangat setuju, untuk bel saya rasa ok. Tapi sebenarnya tidak perlu karena memang bus seharusnya berhenti disetiap halte. Karena siapa tahu ada calon penumpang di halte yang akan di dekati.
Masalah ada atau tidak ada penumpang itu biasa, tapi kalau melewati halte tanpa berhenti kalau tidak ada penumpang yang turun kurang mendisiplinkan.Walaupun dengan alasan mempersingkat waktu.

Sebenarnya semua waktu tempuh sudah diperhitungkan, tapi kurang akurat. Tidak perlu mempersingkat/mempercepat waktu tempuh dengan jalan tidak berhenti di halte kalau tidak ada penumpang yang mau turun, atau melaju kecepatan lebih cepat. Buat jadwal yang akurat saja. Ini lebih mendidik berdisiplin.

Sistem bel seperti diberlakukan di singapore, malaysia bahkan di eropa karena tidak ada co-driver. Juga sistem halte yang terbuka, kalau di jakarta seperti halte bus kota di jl. sudirman.

Ide yang bagus tu ada peta

Ide yang bagus tu ada peta di dalam bus. Sehingga dapat memudahkan penumpang dan awak trans jogja dalam melihat trayek. Soalnya, pramugaranya pun belum tentu hafal rute dan letak halte untuk transit.

Kalo soal berhenti di halte, bukannya memang harus berhenti di halte? Nanti kalo ada penumpang yang mau naik di halte selanjutnya bagaimana? Menurut pengamatan saya memang bus trans jogja harus berhenti di setiap halte paling tidak untuk beberapa detik, karena pramugara harus melaporkan pada crew di halte berapa jumlah penumpang yang naik di halte sebelumnya. Saya rasa yang lebih diperlukan adalah alat komunikasi antara halte dengan bus sehingga semua masalah di atas dapat teratasi. Pramugara dapat melaporkan jumlah penumpang yang naik kepada crew halte tanpa harus berhenti di halte selanjutnya (ketika tidak ada penumpang yang akan turun di halte selanjutnya). Dan crew halte selanjutnya dapat menginformasikan kepada driver bus untuk tidak perlu berhenti di halte jika tidak ada penumpang yang mau naik.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.