Rebutan Naik Trans Jogja
Opini warga, Suara penumpang February 24, 2008 oleh Lala
Kemarin hari Sabtu, saya berencana naik Trans Jogja untuk yang ketiga kalinya, tujuan saya ke daerah Tugu. Sayangnya kali ini rencana saya nggak berjalan lancar. Nggak “seindah” ketika saya mencoba Trans Jogja pertama kalinya.
Antri di halte bawah flyover Janti untuk naik trayek 1A dari sekitar jam 12.00 siang, dan satu jam kemudian saya belum bisa masuk ke bis. Entah karena hari Sabtu, atau karena harga promosi tiket akan berakhir, penumpang hari itu bener-bener membludak. Apalagi jalur yang akan saya naiki ke arah Amplaz - Tugu - Malioboro, pusat keramaian kota.
Halte yang tanpa tempat duduk, dan panas matahari yang sedang terik-teriknya membuat calon penumpang yang antri mengeluh nggak nyaman. Waktu itu banyak anak-anak yang pulang sekolah, dari SD, SMP, dan SMA ada semua. Meskipun saya sempat dipinjami kursi sama mbak petugas, namun karena calon penumpang di halte bertambah terus, dan hanya sedikit yang bisa masuk bis, saya berusaha mendekati pintu halte saja dan berdiri.
Namun akhirnya setelah satu jam menanti tanpa hasil, saya pun menyerah dan memilih keluar halte dan naik taksi ke Tugu. Sepanjang perjalanan ke Tugu saya lihat di hampir semua halte hari itu memang sangat penuh.
Ketika pulang, karena penasaran dan berpikir mungkin penumpang sudah berkurang, saya pun berusaha lagi untuk naik Trans Jogja. Naik dari halte di Malioboro, ternyata sama saja, mungkin malah lebih parah karena tidak ada sistem antri yang terorganisir. Halte di Malioboro lebih luas, tapi karena itu juga penumpang jadi antri tanpa aturan. Siapa kuat rebutan dia yang bisa masuk bis duluan… haduh sebel banget deh. Dan saking banyaknya penumpang, petugas pun nggak berdaya untuk mengatur siapa yang harusnya masuk lebih dulu.
Apa mungkin ya kalau lebih ditertibkan, kasian anak-anak kecil atau orang seperti saya yang tidak bisa rebutan sama yang lain. Mestinya kan dengan sistem halte dan sebagainya, Trans Jogja ini juga melatih kita untuk lebih tertib. Tapi kalau di dalam halte malah nggak bisa tertib yaah sama aja bohong dunk… Dan lagi dari sisi keamanan, bahaya sekali rebutan begitu karena kalau ada yang jatuh, lumayan tinggi lho itu haltenya.
Duh bisa kapok naik Trans Jogja kalau caranya begitu… :(

vetamandra:
katanya katanya mau ada yang mengawasi? kalau yang numpak masih rebutan, gak mau ngalah. sepertinya susah ya? Sistemnya sudah bagus, tetapi pelaksanaan dan yang diatur susah. ya sama saja dong. Susah…susah
February 25th, 2008 at 8:43 am
Anonymous:
Iya mas Veta, sedih deh… Iya mas Veta, sedih deh… tapi mungkin kita liad hari ini gimana, penumpang berkurang apa enggak dengan udah diberlakukannya tarif normal
February 25th, 2008 at 10:59 am
Lala:
oops sorry oops sorry yg diatas komen saya, lupa login :P jadi anonim deh
February 25th, 2008 at 11:02 am
vetamandra:
kalo tadi saya liat di kalo tadi saya liat di sekitar wirosaban, sih sepi mbak. Nanti diliat pas jam pulang sekolah aja. biasanya jam segitu rame tuh
February 25th, 2008 at 11:20 am