Trans Jogja sudah memasuki hari ketiga masa uji cobanya, dan masih menjadi pembicaraan hangat di Jogja. Semua ingin mencobanya.
Saya sendiri sudah mencoba angkutan umum ini hari Senin kemarin, hari pertama uji coba. Saya memang termasuk orang yang menunggu-nunggu kapan Trans Jogja akan beroperasi. Sejak mulai pembangunan halte-halte itu saya sudah nggak sabar nungguin. Karenanya ketika hari Senin kemarin dilakukan uji coba sayapun bersemangat untuk mencobanya. Meskipun hari itu hujan saya tetep bela-belain mencobanya. Komentar seorang teman di Jakarta ketika tahu saya memaksa mencoba Trans Jogja hari itu bilang, "Kok kayak nggak ada hari lain toh La, jangan ndeso-ndeso ya pas naik..." hahhahaha...
Saya naik dari halte depan JEC, beli tiket Rp 1000,- dan menunggu bisnya datang dengan perasaan ingin tahu yang menggebu-gebu. Petugas di halte ramah dan menjawab semua pertanyaan penumpang, atau orang yang memang ke halte hanya untuk bertanya (maklum hal baru jadi banyak yang bertanya). Karena halte di depan JEC itu bukan POS (halte untuk membeli tiket reguler/langganan) saya hanya bisa membeli tiket Single Trip.
Dari halte depan JEC, rencananya turun di Ambarukmo Plaza (Amplaz). Sebenarnya jaraknya relatif dekat ya, tapi tidak ada trayek yang langsung menuju ke Amplaz. Dijelaskan petugas halte, saya mestinya naik trayek 1A, turun di halte Alfa dan menyeberang ke halte Hotel Jayakarta (depan Alfa) untuk naik 1A lagi ke arah Amplaz. Ini akan menghemat waktu, dibandingkan jika tidak transit kita harus ikut bis sampai terminal Prambanan. Well, karena niatnya memang mau nyobain akhirnya kami memutuskan untuk tidak melakukan transit.
Setelah menunggu beberapa lama, dua bis terpaksa kita lewatkan karena terlalu penuh, akhirnya bisa naik juga bis Trans Jogja. :D Begitu masuk, wah berasa dingin AC-nya (pantesan banyak sopir yang harus turun untuk pipis berkali-kali hahaha - halte depan JEC bahkan sampai pecah kaca pintunya karena pak sopir buru-buru mau pipis dan nabrak pintu kaca yang nggak keliatan itu). Ada pengharum ruangan otomatis juga, yang wangi namun bagi beberapa orang nampaknya juga bikin pusing. Ada tabung pemadam kebakaran, dan juga alat untuk keadaan darurat lainnya. Tempat duduknya melingkar saling berhadapan total berjumlah 22 seat, dan satu space untuk kursi roda. Kursinya lumayan nyaman, hanya bagi yang tidak biasa dengan posisi duduk seperti ini bisa pusing juga sih. Ada pegangan untuk penumpang yang berdiri berjumlah 22 juga. Pintu untuk penumpang hanya ada satu yang hanya bisa dibukakan oleh sopir. Petugas lain selain sopir, ada seorang pramugara/pramugari (mereka menyebutnya begitu) yang bertugas memberitahu penumpang jika bis mendekati halte tertentu, mengingatkan barang bawaan jangan sampai tertinggal, dan sebagainya.
Bapak yang duduk disebelah saya, orang Prambanan, rupanya cukup senang dengan adanya Trans Jogja ini. Saya sempat bercakap-cakap dengannya, beliau habis jalan-jalan lihat Sekaten dengan dua anaknya. Dengan naik Trans Jogja mereka bisa sekali jalan dari Prambanan ke alun-alun, dan rasanya aman saja membawa anak-anak. Bahkan tidak kuatir kemalaman, karena Trans Jogja beroperasi sampai jam 22.00, bayangkan kalau tidak ada Trans Jogja.
Kami sampai di Amplaz setelah kurang lebih satu jam perjalanan. Hahaha kalau dipikir terlalu lama sebenarnya untuk perjalanan dari JEC ke Amplaz, yah namanya muter-muter. Tapi cukup puas dan menyenangkan.
Sebagai pengguna transportasi umum saya berharap Trans Jogja ini benar-benar bisa sukses beroperasi. Permasalahan bis kota di Jogja yang tidak nyaman, banyak copet, dan hanya beroperasi sampai jam 17.00 - 18.00, semoga bisa diperbaiki dengan adanya Trans Jogja.




naek trns jogja rame-rame...
hari senin kemarin saya dan temen2 sekelas naek trans jogja dari shutter bus depan SMAN 7 Yogyakarta,,
sempat sebel juga karena pelayanan si shutter busnya agak lama,,terus alat nya banyak yang rusak lagii...
10 menit kemudian, busnya datang..
kami ber 12 orang naik trans jogja rute 3B,, melintasi kota jogja selama 2jam,,
kami berhenti dishutter SMAN 7 yogya lagi,,
sebenarnya,, pemerintah ga harus susah2 menyiapkan trans jogja untuk memperbaiki lalu lintas di jogja,, namun yang harus ditingkatkan adalah sarana transportasi umum,, traffic light,, dan kerusakan jalan,,
tapi,, dengan adanya trans jogja, kita warga jogja bisa terbantu.
asal ga nambahin polusi udara di Indonesia aja..
dan jangan disalahgunakan yah,,,
thx atas perhatiannya...
[QUOTE]sebenarnya,,
[QUOTE]sebenarnya,, pemerintah ga harus susah2 menyiapkan trans jogja untuk memperbaiki lalu lintas di jogja,, namun yang harus ditingkatkan adalah sarana transportasi umum,, traffic light,, dan kerusakan jalan,,[/QUOTE]
piye to mas... Trans Jogja = meningkatkan sarana transportasi umum
Kenapa harus dibikin susah? Toh sekarang sudah ada sistemnya, dan ternyata bisa kok.
Post new comment