Situs Trans Jogja-nya Apa Mas?
Suara penumpang September 30, 2008 oleh Thomas Arie
Sebenarnya yang saya alami ini sudah beberapa minggu yang lalu. Saat itu saya sedang menunggu di shelter Malioboro yang didepan Hotel Garuda. Penumpang tidak begitu ramai. Ada dua orang penumpang yang sedang menunggu, dan dari logatnya sepertinya bukan dari Jogja. Ya, saya tidak ingin menguping pembicaran, tapi karena mereka ngobrol dengan suara yang bisa didengar — karena saya juga ada disamping mereka — jadilah saya ikutan dengar.
Intinya mereka merasa enak juga ada moda angkutan semacam ini. Nah, mereka sempat tanya ke petugas halte perihal situs Trans Jogja. Karena bukan tanya ke saya, ya saya cuma lihat saja tanpa berkomentar. Mungkin, petugas halte sepertinya juga tidak begitu siap dengan pertanyaannya. Ditambah lagi pada saat itu ada bis yang mau berhenti halte. Akhirnya petugas menjawab dengan sesempatnya, “transjogja.com mas…”
Sebenarnya saya ingin sedikit ikut memberi tahu, tapi saya diam saja. Pikir saya, kala penumpang tersebut tanya situs, paling dia juga bisa memanfaatkan fasilitas pencarian di internet tentang Trans Jogja. Dan, jawaban dari petugas halte itu juga saya dengar ketika saya kaki saya melangkah masuk ke dalam bis.
Saya pribadi juga pernah mendapat pertanyaan serupa. Saya beri jawaban diplomatis saja deh, “Kalau situs resminya sepertinya belum ada, tapi kalau butuh alternatif informasi tentang Trans Jogja, bisa melihat di transjogja.net”. :)

Yorri KN:
Saya Yorri dari Dinas Perhubungan Prov.DIY.
Iya betul mas Arie,situs resmi ttg Trans Jogja memang belum sempat dibuat. Ya sebagaimana kita tahu,yg namanya barang baru,apalagi yg bentuknya besar,ribet dan bernilai strategis seperti ini memang belum bisa diharapkan 100% langsung bisa berjalan dengan baik dan sempurna seperti harapan kita.Banyak masukan2 dari masyarakat yg menyangkut ttg penambahan rute ,shelter dan pusat informasi seperti situs internet tetapi tentu saja masukan2 itu belum bisa kita realisasikan sekarang karena sumber daya yg ada masih difokuskan untuk mempertahankan denyut nadi operasional yang sedang berjalan saat ini sedangkan upaya pengembangan layanan seperti diatas baru akan dikaji pada tahun anggaran mendatang. Penambahan fasiltas layanan seperti rute baru maupun shelter baru tentu saja akan memerlukan tambahan sumber daya lainnya seperti personel, peralatan, pengadaan barang/jasa dan tentu saja yg paling vital adalah ANGGARAN!
Sehingga adanya situs Trans Jogja yg dikelola oleh rekan2 ini sedikit banyak juga merupakan wahana bagi kami dalam menghimpun saran dan masukan dari masyarakat untuk mendukung peningkatan kinerja layanan Trans Jogja.
Salam.
September 30th, 2008 at 6:46 pm