Tambah Fasilitas Shelternya DonK

Opini warga April 4, 2008 oleh Brigitta

Pasti bukan saya saja pengguna TransJogja yang merasakan hal ini : kurangnya bangku di shelter TransJogja. Ya toh?!
Bahkan calon penumpang kesannya harus ‘rebutan’ dengan petugas shelter. Buktinya? Setiap kali ada calon penumpang masuk shelter, petugas harus merelakan bangku yang baru mereka duduki buat penumpang. Kalau calon penumpang pas banyak, otomatis harus rela berdiri menunggu. Di sebagian besar shelter saya amati jumlah bangku yang tersedia paling banter cuma 2 biji (jumlah ini diperuntukkan bagi penumpang dan petugas). Saya rasa kenapa tidak disediakan bangku panjang semacam yang ada di warung-warung soto atau bakso itu? Selain muat banyak, bentuk bangkunya juga tidak makan banyak tempat.

Semoga saran ini berguna buat kenyamanan bersama.
Matur nuwun.

Bravo TransJogja!

Artikel “Tambah Fasilitas Shelternya DonK” mendapatkan 3 komentar

  1. veta:

    kalo menurut saya, jika kalo menurut saya, jika ditambahi bangku gitu nanti shelternya jadi sempit. Iya kalo cuma 5-8 orang. kalo ada banyak? terus buat lalu-lintas penumpang yang naik dan turun akan terganggu. kalau mau tambah bangku ya, digedein shelternya.

    April 5th, 2008 at 11:53 am

  2. adrian_imoet:

    KaLo MeNuRuT i Kalo menurut aku sih kalo mau nambah jangan nambah kursi aja kalo bisa pegangan jalan masuk ama keluar shelter tuh dibenerin. Masak baru 1 bulan udah pada remuk dihajar waktu dan usia.

    April 6th, 2008 at 5:19 pm

  3. thomasarie:

    Setuju tambah bangku, tapi… Prinsipnya, saya setuju jika ada penambahan bangku di shelter, tapi jangan sampai penambahan ini juga mengakibatkan bertambahnya ketidaknyamanan…

    Untuk beberapa halte, sepertinya bangku yang disediakan cukup bermanfaat. Kalau tidak salah, bahkan bangku yang ada itu adalah hasil dari “swadaya” (entah swadaya ide petugas shelter, atau warga ya?).

    Setuju dengan mas Veta, disatu sisi tambah bangku berarti juga mengurangi area tempat menunggu. Kalau misal halte bukan termasuk halte yang padat penumpang, mungkin nggak apa-apa kali ya?

    Untuk shelter-shelter gede, mungkin lebih memungkinkan kali ya? Misal shelter Taman Pintar, Bandara, atau Prambanan. Yang Prambanan dan Bandara, sepertinya bangku cukup membantu, tapi kalau bicara cukup atau tidak cukup, ya nggak bakalan cukup sih kayaknya…

    April 6th, 2008 at 11:19 pm

Punya komentar atau tanggapan?

Komentar Terbaru

  • S.Purnomo: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Up: Bp. Purwanto, J.R Dengan ini...
  • Nugroho: Tolong kalo ada lowongan kerja d trans jogja send k email saya..Thanks
  • Yani: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Dengan ini saya melamar pekarjaan...
  • angga: maaf, kenapa kalo ada lowongan kerja di Trans Jogja tidak di floor-kan ke masyarakat yg sebenarnya ingin...
  • joe: iya di shelter makro juga ada yang merokok, bahkan supir buznya ikut turun di halte truz berhenti lalu iku...
  • andi santoso: Ya..menanggapi komentar dari temen2..memang seharusnya pengelola trans jogja jangan bersikap...

Situs TransJogja.NET tidak berafiliasi atau memiliki hubungan langsung dengan Pemerintah Kota Yogyakarta atau Dinas Perhubungan DIY. Semua informasi dalam situs merupakan hak cipta dan tanggung jawab penulis/kontributor.
Pengelola situs dapat dihubungi melalui email: info@transjogja.net