Berikut ini adalah kiriman cerita dari dee (dee*****@ymail.com) pada tanggal 4 April 2009.
tolong kalo dari induk ngasihnya informasi lebih akurat agar tidak merugikan penumpang !!!!!
katana halte diklat pu n kehutanan gag bisa dilewati…tapi nyatanya bis transjogja yang ke arah barat udah ngelewati daerah itu tapi saya yang ikut bis transjogja ke arah timur malah di turunin di perempatan pombensin gambiran lewat pintu depan di pinggir jalan, bukan di halte, katana pu ma kehutanan gag bisa dilewati gara2 ad insiden..tapi wktu saya melintas di daerah itu uda sepi kayak biasanya..
Kalau melihat dari tanggalnya, ini sepertinya kejadian pada saat di Jogjakarta sedang ada kampanye terbuka. Karena kebetulan di hari tersebut, saya juga mengalami kejadian yang kurang lebih sama: perjalanan menggunakan Trans Jogja benar-benar menjadi perjalanan yang melelahkan dan memancing emosi. Saya lihat, sebenarnya “gangguan” layanan publik — terutama transportasi — tidak hanya dialami oleh Trans Jogja.
Sebagai warga Jogja, saya juga melihat kalau pada hari tersebut memang sulit sekali dijumpai layanan transportasi publik yang beroperasi seperti hari-hari biasa.
Di daerah pusat kota, Trans Jogja memang mengalami keterlambatan yang luar biasa lama. Bahkan terjadi juga pengubahan rute yang tiba-tiba, perubahan yang sangat tentatif. Contohnya, saat itu bis jalur 3A yang saya naiki berada di perempatan Jalan Taman Siswa. Bis ada di lampu merah, sudah mengambil inisiatif untuk berbelok ke arah kanan (arah Wirosaban), namun oleh polisi yang mengatur lalu lintas, bus diminta untuk langsung jalan ke arah timur, karena dari arah timur datang rombongan peserta kampanye yang cukup panjang. Jika bis tetap berhenti, maka kemacetan yang ada di belakangnya akan semakin panjang. Hasilnya: bis tidak berjalan sesuai dengan rute. Penumpang yang seharusnya akan turun di daerah Wirosaban dialihkan rutenya ke Terminal Giwangan terlebih dahulu, kemudian berganti ke jalur 3B (yang sama-sama melewati Wirosaban).
Dalam kasus tertentu, hal semacam ini sangat mungkin terjadi. Walaupun memang, alangkah lebih baik jika penumpang/pengguna jasa mendapatkan kepastian/keakuratan informasi. Kalau antar armada, saya rasa perolehan informasi lebih akurat mungkin untuk dilakukan, karena tiap armada dibekali dengan sarana komunikasi. Sedangkan shelter/halte, informasi tentang operasional Trans Jogja lebih mengandalkan informasi dari pramugara/i yang melewati halte tersebut. Dan juga, informasi yang mereka (petugas halte) dapatkan secara swadaya dengan cara kontak dengan petugas shelter lain. Walaupun, kadang saya juga lihat ada dari pihak operator Trans Jogja yang mendatangi shelter untuk memberikan informasi terbaru.
Yorri KN:
Kepada seluruh pengguna Trans Jogja, diberitahukan bahwa berkaitan dengan hari pemungutan suara yang jatuh tanggal 9 April 2009, jam operasional layanan Trans Jogja dimundurkan dari yang seharusnya mulai beroperasi pukul 05.30 WIB menjadi 10.00 WIB untuk memberi kesempatan kepada petugas shelter dan awak bus Trans Jogja menyalurkan hak pilih aktifnya.
Jam berakhirnya layanan bus Trans Jogja tetap 21.30 WIB.
Pada hari Jum’at 10 April 2009 jam operasional layanan Trans Jogja kembali seperti semula (05.30 WIB – 21.30 WIB).
Salam.
April 8th, 2009 at 3:15 pm