Trans Jogja: Busway a la Jogja

Opini warga, Suara penumpang March 28, 2008 oleh anangyb

original post by anang, yb

Anda sudah lebih dari setahun tidak singgah di Jogja?
Pastinya anda bakal pangling. Jogja kini makin tebal gincunya. Makin tinggi juga roknya. Rambutnya pun tak lagi rambut sunsilk yang hitam terurai, namun sudah diwarna-warni. Jogja mirip waria yang terlalu banyak melakukan suntik silikon. Sulit menemukan wajah aslinya, kecuali di hati kita.

Siap-siap saja untuk kaget. Di Jogja yang bakal anda temui adalah lautan KFC. Di tiap mal dan sudut jalan strategis selalu ada restoran cepat saji ini. MacD juga ada walau tak terlalu banyak namun siap buka 24 jam tak ubahnya MacD di Sarinah Jakarta. Bagaimana dengan menu metropolitan lainnya? Jangan khawatir. Anda tinggal sebut dan Joga bakal menyediakan buat anda. Roti Boy? ada! Bread Talk? Ada! Tak lupa juga sederet kafe yang dulu cuma ada di kota segede Jakarta, kini gampang saja ditemukan di Jogja.

Busway a la Jogja
Sutiyoso boleh gembar- gembor soal busway, tapi Jogja dengan kalemnya menyediakan moda transportasi serupa. Namanya Trans Jogja. Oh ya? Tengok saja gambar disini: http://anangyb.blogspot.com/2008/03/trans-jogja-busway-la-jogja.html

Bila di dalam Busway Jakarta anda bakal kesulitan menemukan ibu-ibu berkebaya, oho… di Trans Jogja semua tumpleg-bleg. Pedagang bringharjo berkebaya dan membawa bakul dari bambu, seniman gondrong, atau mahasiswi menor bak artis sinetron kesasar pun ada! Tarifnya pun tidak mahal, cuma 3000 perak. Boleh beli tiket one trip, boleh juga tiket isi ulang, boleh juga pesan tarif pelajar. Hemm… nyaman, berAC, dan (masih) terbebas dari copet.

Kalau mau iseng, coba lirik name card ‘pramugari’ nya (maksudnya petugas yang berdiri di pintu bis) jangan kaget kalau anda temukan orang bertitel. Saat pertama kali mencoba naik TransJogja, saya langsung di sambut pramugari dengan titel S.Sos. Hebat ya? Atau Joga sudah berkelimpahan dengan sarjana? Bisa jadi. Yang membedakan Busway dan TransJogja adalah fasilitasnya. Bis TransJogja relatif lebih kecil namun tetap nyaman. BerAC juga. Halte TransJogja nyaris semuanya tanpa AC. Tidak semua halte menyediakan tempat duduk untuk penumpang yang menunggu. Oh ya, bis Trans Jogja juga belum dilengkapi dengan petunjuk otomatis seperti di Busway Jadi saat bis mendekati halte tertentu, maka pramugari/pramugara akan dengan santun berkata: …sebentar lagi kita akan memasuki halte Giwangan. Bagi penumpang yang akan turun mohon mempersiapkan diri…..

Satu lagi: soal keramahan, kru TransJogja masih unggul dibandingkan anak buahnya Sutiyoso. Hal kecil namun berkesan bagi saya adalah saat pramugari dengan santun memakaikan sandal anak saya yang terlepas. Atau pramugara yang selalu dengan sigap dan tanpa disuruh menggendong anak saya menuruni TransJogja menuju halte yang lumayan tinggi. Ini baru Jogja taste!

Gimana? Penasaran dengan wajah baru Jogja?
Monggo pinarak…

salam,
anang, yb
www.jejakgeografer.com

Artikel “Trans Jogja: Busway a la Jogja” mendapatkan nol komentar

  1. nadia:

    tulisan keren mas…
    tulisannya nakal tapi uenaak dibaca..
    tetap semangat!

    March 28th, 2008 at 4:56 pm

  2. thomasarie:

    Wah! Dahsyat banget Wah! Dahsyat banget tulisannya! Sungguh, bahasa yang sedikit nakal tapi tetap santun… benar-benar salut!

    Salam kenal dari TransJogja.NET!

    March 29th, 2008 at 6:10 pm

  3. patas_blokM-kota:

    Anda sudah lebih dari Anda sudah lebih dari setahun tidak singgah di Jogja?
    Pastinya anda bakal pangling. Jogja kini makin tebal gincunya. Makin tinggi juga roknya. Rambutnya pun tak lagi rambut sunsilk yang hitam terurai, namun sudah diwarna-warni. Jogja mirip waria yang terlalu banyak melakukan suntik silikon. Sulit menemukan wajah aslinya, kecuali di hati kita.

    Siap-siap saja untuk kaget. Di Jogja yang bakal anda temui adalah lautan KFC. Di tiap mal dan sudut jalan strategis selalu ada restoran cepat saji ini. MacD juga ada walau tak terlalu banyak namun siap buka 24 jam tak ubahnya MacD di Sarinah Jakarta. Bagaimana dengan menu metropolitan lainnya? Jangan khawatir. Anda tinggal sebut dan Joga bakal menyediakan buat anda. Roti Boy? ada! Bread Talk? Ada! Tak lupa juga sederet kafe yang dulu cuma ada di kota segede Jakarta, kini gampang saja ditemukan di Jogja.

    cepat atau lambat, jogja pasti bakal bertambah segalanya.
    yg menentang hanyalah akan menjadi pahlawan kemunduran yg dgn sendirinya akan sirna dimakan jaman.

    March 31st, 2008 at 7:26 am

  4. veta:

    tulisannya keren uey. tulisannya keren uey. sering-sering berkontribusi ya hehehehe

    March 31st, 2008 at 1:48 pm

Punya komentar atau tanggapan?

Komentar Terbaru

  • S.Purnomo: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Up: Bp. Purwanto, J.R Dengan ini...
  • Nugroho: Tolong kalo ada lowongan kerja d trans jogja send k email saya..Thanks
  • Yani: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Dengan ini saya melamar pekarjaan...
  • angga: maaf, kenapa kalo ada lowongan kerja di Trans Jogja tidak di floor-kan ke masyarakat yg sebenarnya ingin...
  • joe: iya di shelter makro juga ada yang merokok, bahkan supir buznya ikut turun di halte truz berhenti lalu iku...
  • andi santoso: Ya..menanggapi komentar dari temen2..memang seharusnya pengelola trans jogja jangan bersikap...

Situs TransJogja.NET tidak berafiliasi atau memiliki hubungan langsung dengan Pemerintah Kota Yogyakarta atau Dinas Perhubungan DIY. Semua informasi dalam situs merupakan hak cipta dan tanggung jawab penulis/kontributor.
Pengelola situs dapat dihubungi melalui email: info@transjogja.net