Beberapa minggu lalu, saya melihat ada kejadian yang — bagi saya — mungkin lucu juga. Kita tahu kalau di bisa transit di shelter tanpa bayar (dengan catatan keluar dan masuk di shelter untuk 1 kali perjalanan) jika menggunakan kartu Single Trip. Atau, bisa pindah di shelter manapun tanpa bayar selama durasi antara masuk shelter pertama kali dengan berikut-berikutnya tidak lebih dari satu jam (jika menggunakan kartu berlangganan).
Waktu itu, saya sedang menunggu bis di shelter Malioboro 3 (depan benteng Vredeburg). Pas mau naik ada sedikit percakapan antara petugas shelter dan penumpang. Intinya, penumpang merasa marah-marah karena dia tadi sudah bayar, dan dia hanya transit saja. Kebetulan saya kenal dengan petugas shelter/gate access-nya yang ramah dan selama ini memang melayani dengan baik.
Usut punya usut, ternyata disini penumpang yang “nakal”. Kenapa? Begini ceritanya:
- Penumpang tersebut memang turun di shelter tersebut.
- Penumpang tersebut naik bis lagi (di shelter yang sama)
- TAPI, durasi antara dia turun dan naik lagi lebih dari satu jam.
Waduh! Argumen ini diperkuat dengan beberapa tukang becak yang ada di sekitar shelter. Mereka juga melihat kalau penumpang tersebut turun waktu masih agak sore, dan jalan ke arah alun-alun utara. Saat itu memang sedang ada Perayaan Pasar Malem. Waktu diminta untuk membayar lagi sebelum naik bis, penumpang itu marah-marah. Tentu saja ini menyita perhatian penumpang lain, termasuk saya.
Hal seperti ini bisa saja terjadi, dan lebih mungkin terjadi di halte yang lumayan ramai penumpangnya. Karena pengawasan terhadap mekanisme naik turun penumpang harus lebih ekstra. Sempat ngobrol dengan petugas shelternya, dan dia sempat bilang, “Kalau penumpang yang itu sudah hafal aku…” :)