Ketika Trans Jogja Berganti Jadwal

Opini warga, Suara penumpang October 9, 2008 oleh Thomas Arie

Tunggu, ini bukan pengumuman resmi bahwa ada perubahan jadwal operasi Trans Jogja. Namun, ini pengalaman pribadi saja.

Beberapa hari lalu (saat libur Lebaran, dan beberapa hari setelahnya), saya mengalami ketidaknyamanan. Mungkin ini juga dirasakan oleh penumpang lain. Oh ya, yang saya alami ini terjadi ketika menggunakan armada jalur 3A, dengan rute memasuki Malioboro. Jadi mungkin kondisinya berbeda didaerah yang dilalui jalur 3A, namun sebelum rute Malioboro.

Read the rest of this entry »

Berbuka puasa di dalam bis Trans Jogja

Opini warga, Suara penumpang September 30, 2008 oleh Thomas Arie

Kejadian ini saya alami sekitar tanggal 20-an September 2008, jadi masih di waktu bulan Ramadhan. Waktu itu, saya naik jurusan 3B dari Pugeran dan sudah mendekati saatnya berbuka puasa.

Bus sampai di shelter Terminal Giwangan pada saat berbuka puasa. Saat itu hanya ada tiga penumpang saja termasuk saya. Bis berhenti sejenak, dan dua orang penumpang yang bersama saya sepertinya juga sedang menjalankan puasa. Mbak pramugari dan pengemudi keluar dari bus sejenak untuk berbuka puasa. Tidak lama kemudian, mbak pramugarinya masuk lag kedalam bus sambil membawa air mineral botol dan memberikannya kepada kedua penumpang. “Mbak, ini buat membatalkan puasa…”.

Senang rasanya melihat pemandangan seperti ini. Saya sendiri memang tidak berbuka puasa, tapi ikutan minum juga ya karena memang kebiasaan membawa air juga :)

Saya lupa siapa nama petugasnya. Ciri-cirinya sih, (saat itu) mbaknya itu berambut panjang, lurus. Salut deh!

Situs Trans Jogja-nya Apa Mas?

Suara penumpang September 30, 2008 oleh Thomas Arie

Sebenarnya yang saya alami ini sudah beberapa minggu yang lalu. Saat itu saya sedang menunggu di shelter Malioboro yang didepan Hotel Garuda. Penumpang tidak begitu ramai. Ada dua orang penumpang yang sedang menunggu, dan dari logatnya sepertinya bukan dari Jogja. Ya, saya tidak ingin menguping pembicaran, tapi karena mereka ngobrol dengan suara yang bisa didengar — karena saya juga ada disamping mereka — jadilah saya ikutan dengar.

Intinya mereka merasa enak juga ada moda angkutan semacam ini. Nah, mereka sempat tanya ke petugas halte perihal situs Trans Jogja. Karena bukan tanya ke saya, ya saya cuma lihat saja tanpa berkomentar. Mungkin, petugas halte sepertinya juga tidak begitu siap dengan pertanyaannya. Ditambah lagi pada saat itu ada bis yang mau berhenti halte. Akhirnya petugas menjawab dengan sesempatnya, “transjogja.com mas…”

Sebenarnya saya ingin sedikit ikut memberi tahu, tapi saya diam saja. Pikir saya, kala penumpang tersebut tanya situs, paling dia juga bisa memanfaatkan fasilitas pencarian di internet tentang Trans Jogja. Dan, jawaban dari petugas halte itu juga saya dengar ketika saya kaki saya melangkah masuk ke dalam bis.

Saya pribadi juga pernah mendapat pertanyaan serupa. Saya beri jawaban diplomatis saja deh, “Kalau situs resminya sepertinya belum ada, tapi kalau butuh alternatif informasi tentang Trans Jogja, bisa melihat di transjogja.net”. :)

Trans Jogja di Hari Lebaran

Woro-woro September 22, 2008 oleh Thomas Arie

Kemarin ketika saya pulang menggunakan Trans Jogja, saya baca ada informasi terkait dengan operasional Trans Jogja, khususnya saat menjelang hari raya Lebaran. Apa sajakah informasinya?

  • Tanggal 28-30 September 2008, disebutkan operasional mulai pukul 05.30 s.d 22.00.
  • Tanggal 1 Oktober 2008, operasional mulai pukul 09.00 s.d. 22.00
  • Tanggal 2-4 Oktober 2008, operasional mulai pukul 05.30 s.d. 22.00

Melihat jam operasional, tentu saja ini sebuah kabar yang menarik karena bisa dikatakan operasional hampir penuh. Apalagi, suasana Jogja menjelang dan selama Lebaran bisa dikatakan sangat ramai. Semoga saja masyarakat yang ingin memanfaatkan Trans Jogja (baik warga Jogja sendiri, maupun yang kebetulan mudik ke Jogja) dapat memanfaatkan Trans Jogja. Operasional kalau tidak salah sampai jam 22.00 — selama tanggal yang saya sebutkan diatas — itu berarti lebih lama sekitar 30 menit ya? Semoga informasi ini tidak salah, karena itu yang saya dengar dari petugas halte.

Pelayanan Petugas Halte

Suara penumpang September 20, 2008 oleh Arief

Saya merupakan salah satu pemerhati sarana transportasi di Yogyakarta. Saya memang sesekali naik transjogja untuk mengamatinya. Dari beberapa kali saya naek memang ada beberapa petugas yang sangat ramah pada penumpang. Namun pada hari ne (20 Sept) saya mencoba halte di Jogja bagian selatan. Ternyata cukup berbeda pelayanannya.

Ketika saya sedang membeli tiket di Halte depan Museum perjuangan, Bus 2B yang hendak sy naiki telah datang. Petugas yang melayani penjualan tiket memanggil petugas yg lain untuk menunda keberangkatan bus sebentar karena ada yg mau naik. Tetapi petugas tersebut justru sedang ngobrol dg orang lain di sebelah barat halte sehingga tidak menghiraukan perkataan petugas yang lain dan bus tersebut berangkat dengan sendirinya. karena sy tertinggal, saya harus menunggu 10 mnt utk bus yg selanjutnya, tentu sangat membuang banyk waktu saya. Mohon ketegasan Instansi terkait kepada para petugasnya, tentu sebagai konsumen saya agak kecewa.

Kemudian setelah saya naik 2B saya transit di Taman Pintar untuk berganti 1B. Alangkah terkejutnya saya dengan petugas yang ada di situ. Ternyata dia menyalakan rokok di dalam halte, padahal di halte sebelumnya saya melihat peringatan bahwa di dalam halte tidak boleh merokok. Sebenarnya boleh tdk c merokok di dalam Halte???!!! Kemudian saya mencobe menguji kemampuan Petugas tersebut. Saya bertanya apabila saya naik 3B mau transfer ke 1B saya hrs transfer dimana?? Petugas tersebut kemudian melihat peta sejenak, kemudian menjawab ” di Bandara Pak”. Spontan saya terkejut, apakah seperti ini petugas terpilih yang menjadi bagian dari TransJogja. tentu apabila orang awam yang bertanya bukannya mendapat pencerahan, tetapi justru akan lebih tersesat. PADAHAL SAYA TAHU BENAR, TRANSFERNYA DI HALTE SMP 14. Sekali lagi Mohon ketegasan dan Pengawasan Kedisiplinan Instansi terkait bagi anggotanya agar citra TransJogja yang masih baik tidak menjadi lebih buruk lagi..

Pelayanan Petugas Halte

Kritik September 20, 2008 oleh Arief

Saya merupakan salah satu pemerhati sarana transportasi di Yogyakarta. Saya memang sesekali naik transjogja untuk mengamatinya. Dari beberapa kali saya naek memang ada beberapa petugas yang sangat ramah pada penumpang. Namun pada hari ne (20 Sept) saya mencoba halte di Jogja bagian selatan. Ternyata cukup berbeda pelayanannya.

Ketika saya sedang membeli tiket di Halte depan Museum perjuangan, Bus 2B yang hendak sy naiki telah datang. Petugas yang melayani penjualan tiket memanggil petugas yg lain untuk menunda keberangkatan bus sebentar karena ada yg mau naik. Tetapi petugas tersebut justru sedang ngobrol dg orang lain di sebelah barat halte sehingga tidak menghiraukan perkataan petugas yang lain dan bus tersebut berangkat dengan sendirinya. karena sy tertinggal, saya harus menunggu 10 mnt utk bus yg selanjutnya, tentu sangat membuang banyk waktu saya. Mohon ketegasan Instansi terkait kepada para petugasnya, tentu sebagai konsumen saya agak kecewa.

Kemudian setelah saya naik 2B saya transit di Taman Pintar untuk berganti 1B. Alangkah terkejutnya saya dengan petugas yang ada di situ. Ternyata dia menyalakan rokok di dalam halte, padahal di halte sebelumnya saya melihat peringatan bahwa di dalam halte tidak boleh merokok. Sebenarnya boleh tdk c merokok di dalam Halte???!!! Kemudian saya mencobe menguji kemampuan Petugas tersebut. Saya bertanya apabila saya naik 3B mau transfer ke 1B saya hrs transfer dimana?? Petugas tersebut kemudian melihat peta sejenak, kemudian menjawab ” di Bandara Pak”. Spontan saya terkejut, apakah seperti ini petugas terpilih yang menjadi bagian dari TransJogja. tentu apabila orang awam yang bertanya bukannya mendapat pencerahan, tetapi justru akan lebih tersesat. PADAHAL SAYA TAHU BENAR, TRANSFERNYA DI HALTE SMP 14. Sekali lagi Mohon ketegasan dan Pengawasan Kedisiplinan Instansi terkait bagi anggotanya agar citra TransJogja yang masih baik tidak menjadi lebih buruk lagi..

Hot Spot di Shelter Kepatihan??

Opini warga September 14, 2008 oleh Aan

di Shelter Kepatihan ada hotspotnya,

Terakhir saya mampir ke shelter kepatihan ada mas” yg sedang memasang kabel internet dan pemancarnya. keren sekali sambil menunggu bis bisa menikmati hotspot di Shelter Kepatihan Malioboro

Perbaikan Layanan Trans Jogja: Sejumlah Hal Perlu Diperhatikan

Opini warga September 10, 2008 oleh Puguh Prasetya

Kalau kita membaca berita di KR (Senin, 1 September 2008) terdapat laporan perkembangan respons masyarakat dalam mengakses layanan Trans Jogja. Di sana disebutkan oleh pejabat dari Dinas Perhubungan DIY bahwa jumlah pengguna Trans Jogja semakin bertambah dari waktu ke waktu. Tentunya ini hal positif yang memang kita harapkan semua. Pejabat dari Dinas Perhubungan tersebut menambahkan pihaknya mulai memikirkan kemungkinan untuk melakukan penambahan halte karena pada sejumlah ruas jalan yang menjadi rute layanan belum tersedia halte. Ini juga saya kira sudah semestinya dilakukan, atau bahkan disadari sejak awal oleh pengelola layanan. Namun terkait dengan sejumlah data yang telah saya peroleh melalui studi yang dilakukan oleh Jurusan Ilmu Administrasi Negara UGM pada beberapa bulan yang lalu, saya ingin menyampaikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara layanan Trans Jogja.


Pertama, persoalan halte. Hasil studi kami pada waktu itu menunjukkan bahwa empat hal yang paling banyak dikeluhkan warga pengguna kesemuanya berkaitan dengan halte, yaitu:

  • ketersediaan fasilitas di dalam halte (kursi, kipas angin, informasi, dsb) (89.3 persen)
  • jumlah dan letak halte (84.5 persen)
  • kenyamanan fasilitas di halte (78.6 persen), serta
  • desain dan ukuran halte (68.7 persen)

Total responden pengguna Trans Jogja pada studi kami adalah 252 orang, yang kami ambil dari semua jalur layanan secara merata. Dengan demikian besaran persentase tersebut perlu diperhatikan. Kenyamanan pengguna, terutama pada saat di halte, dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas pada halte serta desain dan ukuran halte.

Memang bukan berarti di halte harus disediakan beragam fasilitas yang memanjakan pengguna atau ukuran dan desain yang mewah, tetapi kenyamanan pengguna mutlak harus menjadi rujukan bagi pengelola dalam menyediakan fasilitas, misalnya seperti kursi yang jumlahnya memadai di ruang tunggu, terlindung dari silau/terik matahari, walau tidak perlu AC setidaknya kipas angin dipastikan dapat difungsikan, atau sejumlah hal yang sekiranya menyulitkan bagi pengguna difabel perlu disesuaikan, dan sebagainya dan seterusnya.

Jika memang jumlah pengguna Trans Jogja semakin bertambah banyak, maka kenyamanan pengguna berpotensi semakin menurun, karena dengan desain dan ukuran yang seperti itu ditempati oleh banyak calon pengguna. Ditambah lagi, dengan kondisi fasilitas yang ada sekarang ini. Sekali lagi, saya tidak menyarankan untuk memanjakan pengguna secara berlebihan, tapi kalau memang menginginkan Trans Jogja menjadi pilihan warga dalam memenuhi kebutuhan transportasinya maka berbagai hal yang menjadi perhatian dan keluhan pengguna harus diperhatikan oleh pengelola. Jangan hanya mengandalkan keunggulan di tarif dan fasilitas AC saja. Perbaikan dan pemeliharaan terhadap fasilitas yang beberapa sudah mulai rusak harus secepatnya dilakukan. Penyesuaian terhadap berbagai fasilitas untuk mempermudah akses dan meningkatkan kenyamanan pengguna perlu dilakukan secara terus menerus. Jangan sampai layanan Trans Jogja dinilai baik karena masih baru saja. Apa yang sudah baik perlu dipertahankan, sementara yang masih dinilai kurang harus diperbaiki.

Kedua, saya sepakat dengan pendapat seorang kawan yang disampaikan melalui media ini mengenai pentingnya pihak pengelola menyediakan data atau informasi mengenai perkembangan penggunaan layanan Trans Jogja selama ini. Bisa melalui website, atau melalui media publikasi lainnya yang bisa diakses pengguna ataupun warga kebanyakan, misalnya seperti newsletter, atau sekedar informasi yang diupdate secara berkala dan dipasang pada papan informasi di setiap halte.

Saya kira pihak pengelola tidak perlu merasa ragu, bahkan harus yakin, bahwa dukungan dan simpati masyarakat akan semakin meningkat apabila masyarakat mengetahui kinerja positif dari Trans Jogja. Lebih dari itu, kalau Trans Jogja ini berhasil maka publikasi yang terbuka mengenai itu bisa mengharumkan nama daerah, karena bisa menjadi kiblat bagi daerah lain dalam mengembangkan system transportasi serupa. Saya kurang tahu pasti, tapi saya mencoba untuk percaya bahwa pihak Dinas Perhubungan DIY memiliki kemauan dan komitmen untuk terus memperbaiki layanan Trans Jogja. SEMOGA.

Wajar Bertanya tentang Lowongan Pekerjaan di Situs Ini

Opini warga September 10, 2008 oleh Puguh Prasetya

Saya kira kalau banyak pertanyaan tentang lowongan kerja di Trans Jogja yang dialamatkan di sini sangat wajar. Kenapa? karena memang tidak ada saluran bagi warga untuk berkomunikasi dengan pengelola layanan angkutan ini. Sebagai pengelola layanan, seharusnya Dinas Perhubungan menyediakan media untuk mempublikasikan kebijakan dan manajemen layanannya, kinerja layanan Trans jogja, dan berbagai hal yang terkait, termasuk sistem rekrutmen pegawai. Transparansi itu penting.

Selain itu, media seperti transjogja.net ini juga penting sebagai media yang memfasilitasi warga dan stakeholders untuk berkomunnikasi dengan pengelola layanan (Dishub dan PT JTT). Aspirasi berupa keluhan, saran, kritik dari warga seharusnya sangat penting dan sangat diperlukan oleh penyedia layanan sebagai informasi dasar dalam memperbaiki sistem layanan. Yang baru dilakukan adalah menyediakan kotak saran. Tapi kelemahan kotak saran adalah kita tidak mengetahui bagaimana perkembangan respons dari pengelola, apakah dibaca kemudian ditanggapi, kalau ada yang salah ya diperbaiki, atau hanya menjadi tumpukan dokumen saja. Kita juga tidak tahu apa aja yang dikeluhkan pengguna kebanyakan. Singkatnya, stakeholders tidak bisa mengontrol kinerja dari Dishub dan PT JTT, terutama dalam merespons aspirasi pengguna. Berbeda kalau melalui web seperti ini atau koran, banyak orang mengetahui apa saja yang menjadi keluhan pengguna atau warga.

Semakin banyak keluhan yang masuk, seharusnya menjadi beban moral bagi pengelola untuk merespons keluhan (memperbaiki kesalahan, dsb), karena media seperti ini diakses banyak orang. Seharusnya pengelola memiliki sendiri media seperti ini, dalam rangka memenuhi hak warga untuk tahu dan untuk berpartisipasi (menyampaikan aspirasi, masukan, dan bahkan mengontrol kinerja) Trans Jogja.

Trans Jogja adalah milik kita bersama, diselenggarakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan publik (lalu lintas, polusi?), dan menggunakan anggaran publik yang sangat besar (karena menggunakan skema subsidi), jadi sudah seharusnya hak warga untuk tahu banyak dan berpartisipasi tersebut dipenuhi oleh pengelola sistem layanan, yaitu Dishub dan PT JTT.

Perbaikan Fasilitas di Halte Trans Jogja

Cerita foto, Opini warga, Suara penumpang September 10, 2008 oleh Thomas Arie

Handle Halte Trans Jogja capek?

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Maret 2008, saya pernah menulis dan mengirimkan foto tentang salah satu kondisi halte Trans Jogja. Waktu itu foto saya ambil di Halte Jl. Malioboro (Halte ujung paling utara), depan Hotel Garuda.

Waktu itu, saya cuma bertanya dalam hati. “Kapan ya akan diperbaiki?”.

Nah, kebetulan minggu lalu, saya menjumpai bahwa ada upaya perbaikan fasilitas di halte. Pegangan di halte sekarang diubah cara pemasangannya. Dibandingkan dengan sebelumnya, yang sekarang pastinya jauh lebih kuat, karena sekarang “ditanam” lebih dalam.

Perbaikan Fasilitas Trans Jogja

Saya memang belum melihat di semua halte, tapi sepertinya memang ini sebuah upaya yang harus diapresiasi. Semoga saja fasilitas tersebut berumur panjang. Karena kadang lihat juga pegangan halte tersebut berubah menjadi tempat bermain :)

Komentar Terbaru

  • S.Purnomo: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Up: Bp. Purwanto, J.R Dengan ini...
  • Nugroho: Tolong kalo ada lowongan kerja d trans jogja send k email saya..Thanks
  • Yani: Kepada Yth Bapak/ibu HRD PERSONALIA PT. Jogja Tugu Trans di Yogyakarta Dengan ini saya melamar pekarjaan...
  • angga: maaf, kenapa kalo ada lowongan kerja di Trans Jogja tidak di floor-kan ke masyarakat yg sebenarnya ingin...
  • joe: iya di shelter makro juga ada yang merokok, bahkan supir buznya ikut turun di halte truz berhenti lalu iku...
  • andi santoso: Ya..menanggapi komentar dari temen2..memang seharusnya pengelola trans jogja jangan bersikap...

Links

Golfshop

Situs TransJogja.NET tidak berafiliasi atau memiliki hubungan langsung dengan Pemerintah Kota Yogyakarta atau Dinas Perhubungan DIY. Semua informasi dalam situs merupakan hak cipta dan tanggung jawab penulis/kontributor.
Pengelola situs dapat dihubungi melalui email: info@transjogja.net